Sistem Pernapasan

by -415 views
Sistem Pernapasan
Sumber: teachpe.com

Sistem Pernapasan Manusia

I. Alat Pernapasan

Alat pernapasan utama manusia adalah paru-paru. Alat pernapasan lainnya adalah rongga hidung, faring (rongga tekak), laring, trakea (batang tenggorok), bronkus, bronkiolus, dan alveolus

Urutan udara pernapasan dari lingkungan ke sel-sel tubuh adalah:

Rongga hidung => faring => laring => trakea => bronkus => paru-paru alveolus => sel-sel tubuh.

II. Mekanisme Pernapasan

Bernapas adalah pengambilan udara masuk ke dalam tubuh dan pengeluaran udara dari dalam tubuh.Pengambilan udara masuk ke dalam tubuh di sebut inspirasi (menarik napas), sedangkan pengeluaran udara dari dalam tubuh di sebut juga ekspirasi (menghembuskan napas).

Mekanisme pernapasan pada manusia di bedakan menjadi dua, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.

a. Pernapasan Dada

Otot yang berperan aktif pada pernapasan ini adalah otot antartulang rusuk (otot antartulang rusuk luar dan otot antartulang rusuk dalam).

Proses Inspirasi pada Pernapasan Dada

Skema proses inspirasi pada pernapasan dada adalah sebagai berikut .

Otot antartulang rusuk usuk luar kontraksi => tulang rusuk terangkat => volum rongga dada membesar => tekanan rongga dada turun  =>  tekanan rongga dada < tekanan rongga paru-paru => paru-paru mengembang => volum rongga paru-paru membesar => tekanan udara paru-paru mengecil => tekanan rongga paru-paru < tekanan udara bebas => udara luar masuk ke dalam rongga paru-paru.

Proses Ekspresi pada Pernapasan Dada

Skema proses ekspirasi pada pernapasan dada adalah sebagai berikut .

Otot antartulang rusuk dalam kontraksi => tulang rusuk ke posisi semula => volum rongga dada mengecil => tekanan rongga dada naik  =>  tekanan rongga dada > tekanan rongga paru-paru => paru-paru mengempis => volum rongga paru-paru mengecil => tekanan udara paru-paru naik => tekanan rongga paru-paru > tekanan udara bebas => udara di di dalam rongga paru-paru terdorong ke luar.

b. Pernapasan Perut

Otot yang berperan aktif pada pernapasan ini adalah otot diagfragma dan otot dinding rongga perut.

– Proses Inspirasi pada Pernapasan Perut

Skema proses inspirasi pada pernapasan perut adalah sebagai berikut :

Otot diagfragma berkontraksi => diagfragma mendatar => volum rongga dada membesar => tekanan udara rongga dada turun => paru-paru mengembang =>  tekanan udara paru-paru turun => tekanan paru-paru < tekanan udara luar => udara luar masuk ke dalam rongga paru-paru .

– Proses Ekspirasi pada Pernapasan Perut

Skema proses ekspirasi pada pernapasan perut adalah sebagai berikut .

Otot diagfragma relaksasi  +  otot dinding perut kontraksi => isi rongga perut terdesak ke arah diagfragma => diagfragma cekung ke arah rongga dada => volum rongga dada mengecil => tekanan rongga dada naik => paru-paru mengempis => volum rongga paru-paru mengecil => tekanan rongga paru-paru naik => tekanan rongga paru-paru > tekanan udara luar => udara di dalam rongga paru-paru terdorong ke luar.

Volume udara Pernapasan dalam Paru-paru

Jumlah udara pernapasan antara 500 ml–3.500 ml, yaitu 500 ml volume tidal + 1.500 ml udara suplementer + 1.500 ml udara komplementer. Jumlah udara pernapasan 3.500 ml disebut kapasitas vital paru-paru. Kapasitas vital paru-paru (3.500 ml) + udara residu (1.000 ml) di sebut kapasitas total.

– Kecepatan Pernapasan (Frekuensi Pernapsan)

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pernapasan, yaitu :

  • Usia, semakin bertambah usia mak semakin rendah kecepatan pernapasannya.
  • Jenis kelamin, frekuensi pernapasan pria lebih kecil dari pada frekuensi pernapasan wanita.
  • Aktivitas, orang yang bekerja keras pernapasannya lebih cepat dari pada orang yang tidak melakukan kegiatan (sedang beristirahat).
  • Posisi tubuh, pernapasan orang yang berbaring lebih cepat dari pada orang yang duduk atau berdiri.
  • Kadar O2 dan CO­2 : kekurangan O2 menyebabkan kecepatan pernapasan bertambah sedangkan jika konsentrasi CO2 bertambah, kecepatan pernapasan bertambah pula.

III. Kelainan dan Gangguan pada Sistem Pernapasan

Gangguan pada sistem pernapasan dapat di sebabkan oleh kumman, polusi udara, atau faktor keturunan  (genetik).

Beberapa gangguan pada sistem pernapasan, yaitu :

  • berkurangnya jumlah Hb karena anemia atau perdarahan berat. Berkurangnya Hb dalam darah akan menghambat penyampaian O2 ke sel-sel tubuh.
  • keracunan gas sianida dan karbon monoksida yang menyebabkan terganggunya proses pengangkutan O2 oleh darah.
  • kanker paru-paru.
  • enfisema, Asma, TBC, Pneumonia, Radang, dan Tonsilitis

Sistem Pernapasan Hewan

Pernapasan pada hewan berbeda-beda. Misalnya :

  1. Protozoa, Porifera, dan Cacing, pernapasannya berlangsung secara difusi.
  2. Insekta dan Myriapoda bernapas dengan trakea.
  3. Arachnida (laba-laba) bernapas dengan paru-paru buku.
  4. Ikan bernapas dengan insang. Ikan tulang sejati mempunyai operculum (tutup insang).
  5. Katak bernapas dengan insang, paru-paru, dan kulit.
  6. Burung bernapas  dengan paru-paru, juga mempunyai kantong udara yang berfungsi untukmenyimpan cadangan udara.