Perkembangan Penduduk dan Dampak Lingkungan

by -886 views
Perkembangan Penduduk dan Dampak Lingkungan
Sumber: toppr.com

Perkembangan Penduduk di Indonesia

Berdasarkan data populasi penduduk di dunia pada tahun 2013, jumlah penduduk Indonesia mencaai 249,8 juta orang. Jumlah ini menempati urutan ke empat di dunia

Tabel urutan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

No.

Negara

Jumlah Penduduk

( juta orang )

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

RRC

India

Amerika Serikat

Indonesia

Brazil

Pakistan

Nigeria

Bangladesh

Rusia

Jepan

1.357,4

1.252,1

316,1

249,8

200,3

182,1

173,6

156,6

143,4

127,3

Salah satu masalah kependudukan di Indonesia adalah masalah penyebaran penduduk yang tidak merata. Hal ini terlihat pada kepadatan penduduk di beberapa provinsi. Menurut data statistik Indonesia tahun 2010, kepadatan Aceh 78 penduduk/km2, Riau 58 penduduk/km2, DKI Jakarta 12.978 penduduk/km2, Kalimantan Tengah 14 penduduk/km2, Sulawesi Tenggara 51 penduduk/km2, Lampung 215 penduduk/km2, Daerah khusus Papua 9 penduduk/km2, dan Sulawesi Tengah 33 penduduk/km2. Pertumbuhan penduduk yang pesat dan kepadatan penduduk yang tidak merata mengakibatkan peningkatan kebutuhan akan air bersih, udara bersih, pangan, lahan pemukiman, dan kebutuhan lainnya.

Penyebab Perubahan Populasi Manusia

Untuk menghitung angka perubahan populasi manusia per tahun (AP) yang ditunjukan oleh persentasi (%), kita gunakan rumus berikut.

perubahan populasi manusia per tahun

AK = angka kelahiran dan AM = angka kematian. Jadi untuk mendapatkan angka perubahan populasi manusia pertahun, kita harus mengetahui angka kelahiran dan angka kematian lebih dahulu.

Untuk menghitung pertumbuhan populasi manusia digunakan rumus berikut.

pertumbuhan populasi manusia

P = pertumbuhan populasi manusia, L = jumlah kelahiran, m = jumlah kematian, i = jumlah imigrasi, dan e = jumlah emigrasi.

Berdasarkan rumus tersebut, pertumbuhan populasi manusia di suatu daerah ditentukan oleh tiga komponen, yaitu kelahiran, kematian, dan perpindahan (migrasi).

a. Natalitas (angka kelahiran)

Angka kelahiran adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran hidup setiap 1000 penduduk per tahun. Untuk menghitung natalitas digunakan rumus berikut.

Natalitas

Kriteria natalitas adalah sebagai berikut.

  • Jika natalitas lebih dari 30 dikatakan angka kelahiran tinggi.
  • Jika natalitas antara 20-30 dikatakan angka kelahiran sedang.
  • Jika natalitas di bawah 20 dikatakan angka kelahiran rendah.

b. Mortalitas (angka kematian)

Angka kematian adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk per tahun. Untuk menghitung mortalitas digunakan rumus berikut.

Mortalitas

Kriteria mortalitas adalah sebagai berikut.

  • Jika mortalitas lebih dari 18 dikatakan angka kematian tinggi.
  • Jika mortalitas antara 14-18 dikatakan angka kematian sedang.
  • Jika mortalitas di antara 9-13 dikatakan angka kematian rendah.

c. Migrasi

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain. Migrasi dapat dibedakan menjadi transmigrasi, urbanisasi, ruralisasi, imigrasi, emigrasi, dan remigrasi.

  • Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduk ke daerah yang kurang padat penduduknya dalam suatu negara. Orangnya disebut transmigran.
  • Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota dalam satu Negara. Orangnya disebut urban. Jika sebaliknya dari kota ke desa, disebut ruralisasi.
  • Imigrasi adalah masuknya penduduk ke suatu negara dengan tujuajn menetap. Orangnya disebut imigran.
  • Emigrasi adalah keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap di Negara yang dituju. Orangnya disebut emigrant, jika orang tersebut kembali ke negara asalnya disebut remigrasi.

Dampak Perkembangan Penduduk Terhadap Lingkungan

  1. Kebutuhan air dan udara bersih meningkat,
  2. Kebutuhan pangan dan lahan permukiman meningkat, dan
  3. Kesehatan masyarakat menurun.

Usaha Mengatasi Perkembangan Penduduk

  1. Mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan program Keluarga Berencana (KB)
  2. Meningkatkan kualitas kehidupan penduduk dengan cara meningkatkan pendidikan agar masyarakat memiliki sikap dan perilaku berwawasan lingkungan, meningkatkan gizi balita, meningkatkan pencegahan, pengobatan, dan penanggulangan penyakit pada ibu dan anak-anak, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
  3. Meningkatkan lapangan kerja dengan mengembangkan industri dan peningkatan keterampilan masyarakat agar mampu mandiri.
  4. Meningkatkan produksi pangan melalui pasca usaha tani, penemuan sumber makanan baru, dan diversifikasi pertanian.