Pengertian Darah

by -320 views
Pengertian Darah
Sumber: healthengine.com.au

Darah di bedakan menjadi plasma darah dan sel-sel darah. Sel-sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit).

Beberapa fungsi darah, yaitu :

  • mengedarkan oksigen dan zat makanan ke selruh jaringan tubuh, serta mengangkut sisa-sisa metabolism.
  • mengedarkan hormon dari kelenjar hormon ke tempat yang membutuhkan.
  • melawan bibit penyakit.
  • mengatur pH dan suhu tubuh.
  • melakukan mekanisme pembekuan darah.

Plasma darah

Plasma darah berfungsi untuk mengatur tekanan osmosis darah dan membawa sari-sari makanan sisa metabolisme, hasil sekresi serta beberapa gas. Plasma darah mengandung 92 % air, protein, senyawa organik, dan senyawa anorganik.

Sel – sel Darah

Komposisi sel darah di dalam tubuh manusia  dapat di lihat pada tabel berikut ini:

Jenis sel

Ciri – ciri Jumlah (sel/mm3) Tempat pembentukan Masa hidup

Fungsi

Eritrosit Bikonfak dengan diameter 4 – 6 juta –  Endotelium

–  Sumsum tulang

100 – 120 hari Transpor O2 dan CO2
Leukosit Bulat dan mempunyai inti 4.800 – 7.000 –  retikuloendotelium

–  sumsum tulang

Neutrofil Inti multilobus, diameter 10 – 12 µm, granula sitoplasma berwarna merah 100 – 400 –  jaringan limfoid

–  Kelenjar limfa

6 jam – beberapa hari Memfagosit kuman (bakteri)
Eosinofil Inti bilobus, diameter 10 – 14 µm, granula sitoplasma berwarna merah 100 – 400 Sumsum tulang 8 – 12 hari – membunuh cacing parasit

– menghancurkan kompleks antigenantibody

– mencegah alergi

Basofil Inti berlobus, diameter 8 – 10 µm, granula besar berwarna biru 20 – 50 Sumsum tulang Beberapa jam – beberapa hari –  melepaskan zat untuk mencegah alergi

–  mengandung heparin (zat antikoagulan)

Limfosit Inti bulat, sitoplasma berwarna biru pucat, diameter 5 – 17 µm 1.500 – 3.000 –   limfa

–   tulang

Beberapa jam – beberapa tahun Mengaktifkan sistem kekebalan tubuh
Monosit Inti berbentuk U,sitoplasma berwarna biru kelabu 100 – 700 Sumsum tulang Beberapa bulan – fagositosis

– berkembang menjadi makrofag

Trombosit Bentuknya seperti cakram,mempunyai granula, diameter 2 – 4 µm 150.000 – 400,000 Fragmentasi dari megakariosit sumsum tulang 5 – 10 hari proses Pembekuan darah

Mekanisme Pengumpulan Darah

Mekanisme penggumpalan darah dapat di lihat pada skema berikut ini.

Mekanisme Pengumpulan Darah

Penggolongan Darah

Golongan darah manusia dapat di bedakan menjadi tiga macam sistem, yaitu sistem ABO, sistem Rhesus, dan sistem MN.

a. Golongan Darah Sistem ABO

Golongan darah sistem ABO di bedakan berdasarkan komposisi aglutinogen dan aglutininnya. Aglutinogen adalah antigen – antigen di dalam sel darah merah yang membuat sel peka terhadap penggumpalan darah (aglutinasi). Sedangkan aglutinin adalah substansi yang menyebabkan aglutinasi sel (misalnya antibodi).

Macam-macam golongan darah, genotipe, aglutinogen, dan aglutininnya dapat di lihat pada tabel berikut ini.

Golongan darah

Genotipe Aglutinogen

Aglutinin

O I0I0 Anti – A dan anti – B
A I^I^/I^I0 A Anti – B
B IBIB/IBI0 B Anti – A
AB I^IB A dan B

b. Golongan Darah Sistem Rhesus

Golongan darah sistem Rhesus di bedakan berdasarkan ada-tidaknya aglutinogen Rhesus (Rh) atau faktor Rhesus.

Golongan darah ini di bedakan menjadi Rhesuspositif (Rh) apabila darahnya menggumpal jika di beri serum anti-RH dan Rhesus negatif (Rh) apabila  darahnya tidak menggumpal jika di beri serum anti-RH.

c. Golongan Darah Sistem MN

Golongan darah ini di bedakan menjadi tiga, yaitu :

  • Golongan darah M apabila darahnya menggumpal jika di beri semua anti-M
  • Golongan darah N apabila darahnya menggumpal jika di beri serum anti-N
  • Golongan darah MN apabila darahnya menggumpal jika di beri serum anti-M dan anti-N.

Transfusi Darah

Pengobatan darah sangat bermanfaat untuk transfusi darah. Transfusi darah adalah pemberian darah dari seseorang ke orang lain. Seseorang yang mendapat darah di sebut resipien, sedangkan orang yang memberikan darah di sebut donor. Golongan darah O di sebut donor universal karena dapat memberikan darahnya ke semua golongan darah. Sedangkan golongan darah AB di sebut resipien universal karena dapat menerima darah dari semua golongan darah.

Kemungkinan terjadinya transfusi darah dapat dilihat pada diagram berikut ini.

Transfusi Darah

Peredaran Darah

Peredaran darah didalam tubuh manusia ada dua macam, yaitu :

a. Peredaran darah kecil

Mekanisme : bilik kanan => arteri pulmonalis => paru-paru => vena pulmonalis => serambi kiri.

b. Peredaran darah besar

Mekanisme : bilik kiri => aorta => seluruh tubuh => vena kava => serambi kanan.

Kelainan/Gangguan pada Sistem Peredaran Darah

Beberapa kelainan/gangguan sistem peredaran darah adalah :

  • Anemia (kurang darah) : kurangnya kadar Hb atau jumlah eritrosit dalam darah.
  • Varises : pelebaran pembuluh darah di betis.
  • Hemoroid (ambeien) : pelebaran pembuluh darah di sekitar anus.
  • Arteriosklerosis : penggeseran pembuluh nadi karena endapan zat kapur.
  • Atherosklerosis : pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak.
  • Embolus : tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.
  • Trombus : tersumbatnya pembuluh darh karena benda yang tidak bergerak.
  • Hemofilia : kelainan darah di mana darah sukar membeku yang bersifat genetis.
  • Leukemia : bertambahnya jumlah leukosit secara tak terkendali.
  • Eritroblastosis fetalis : rusaknya eritrosit janin/embrio akibat aglutinasi dari antibodi ibu, jika ibu bergolongan darah Rh dan embrio Rh.
  • Penyakit jantung koroner : penyempitan arterikonaria yang mengangkut O2 ke jantung.
  • Talasemia : anemia di karenakan rusaknya gen pembentuk Hb yang bersifat menurun.