Mitosis

by -787 views
Mitosis
Sumber: FuseSchool - Global Education

Mitosis terjadi pada sel somatis. Mitosis menghasilkan dua sel anak yang masing-masing memiliki jumlah kromosom sama dengan sel induknya. Sel induk mewariskan semua set kromosomnya kepada setiap sel anak. Tahap-tahap mitosis adalah profase, metafase, anafase, telofase, dan interfase.

Tahapan mitosis

Profase

Profase memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Benang-benang kromatin memadat menjadi kromosom. Setiap kromosom menggandakan diri menjadi dua kromatid yang dihubungkan oleh sentromer.
  2. Mebran inti dan anak inti menghilang.
  3. Sentriol membelah diri lalu memisah menuju kutub yang saling berlawanan.
  4. Sentriol membentuk serat-serat gelendong (tersusun atas mikrotubulus) yang menghubungkan kedua kutub sel.

Metafase

Metafase memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Tiap kromatid membentuk dua kinetokor di dalam sentromer untuk tempat melekatnya serat gelendong.
  2. Setiap kromosom yang terdiri atas sepasang kromatid berkumpul pada bidang ekuator, menggantung pada serat gelendongan melalui kinetokor.

Anafase

Pasangan  kromatid terpisah pada bagian sentromer dan masing-masing bergerak ke kutub yang berlawanan dengan diaarahkan oleh sentromer.

Telofase

  1. Kromatid yang terdapat di kedua kutub berubah kembali menjadi benang-benang kromatin
  2. Membran inti terbentuk kembali dan terbentuk dua inti baru.
  3. Serat-serat gelendong menghilang.
  4. Terjadinya pembenahan sitoplasma (sitokinesis) dan terbentuk membran sel pemisah sehingga terbentuk dua sel anak yang mengandung kromosom yang jumlahnya sama dengan sel induknya.

Interfase

Interfase bukan merupakan fase pembelahan namun merupakan fase antara mitosis satu dengan mitosis berikutnya. Pada interfase terjadi peristiwa sebagai berikut.

  1. Fase pertumbuhan primer (Gap 1 atau G1) : tahap pertama pertumbuhan sel, terjadi transkripsi RNA, sintesis protein, dan penggandaan organel sel.
  2. Fase sintesis (S) : terjadi replika DNA dan duplikasi kromosom.
  3. Fase pertumbuhan sekunder (Gap 2 atau G2) : terjadi lagi perbanyak organel untuk diwariskan kepada sel keturunannya.