Evolusi Kimia (Abiogenesis Modern)

by -871 views
Evolusi Kimia (Abiogenesis Modern)
Sumber: releasingthetruth.wordpress.com

I. Oparin : atmosfer bumi purba terdiri atas zat-zat anorganik berupa metana (CH4), amonia (NH3), dan uap air (H2O). zat-zat tersebut bereaksi membentuk molekul organik sederhana sejenis substansi asam amino dengan bantuan energi radiasi sinar kosmis dan energi listrik halilintar. Senyawa organi itu terakumulasi dilautan panas yang disebut sup primordial (sup prabiotik) selanjutnya sup primordial membentuk monomer (misalnya asam amino dan nukleotida), monomer bergabung membentuk polimer (misalnya protein dan asam nukleat), dan polimer membentuk protobion yaitu bahan dasar pembentuk sel purba (progenot) yang akan berkembang menjadi sel prokariotik purba.

Harold Urey : proses terbentuknya makhluk hidup melalui 4 tahap

  1. Tahap 1 : atmosfer bumi banyak mengandung zat metana, amonia, uap air, dan halogen.
  2. Tahap 2 : energi dari aliran listrik petir dan radiasi sinar kosmos mereaksikan zat-zat membentuk molekulyang lebih besar.
  3. Tahap 3 : terbentuk zat hidup yang paling sederhana yang tersusun kimianya mirip virus.
  4. Rahap 4: Zat hidup berevolusi menjadi makhluk hidup yang lebih kompleks.

Stanley Miller : melakukan percobaan di bawah bimbingan Urey. Eksperimen Miller dan modifikasinya yang diujicobakan oleh para ilmuan lain membuktikan bahwa satuan-satuan kompleks di dalam sistem kehidupan, seperti lipid, gula, asam amino, dan nukleotida (penyusun DNA dan RNA) daat terbentuk dari komponen abiotik.

Menurut para ilmuan, molekul hidup yang pertama kali terbentuk adalah RNA. RNA melalui transkripsi balik membentuk DNA yang strukturnya lebih stabil daripada RNA sehingga jumlah DNA semakin meningkat. Lambat laun DNA yang melakukan transkripsi untuk membentuk RNA komplemennya sehingga di dalam sup prabiotik berlangsung dogma sentral biologi dari DNA RNA protein. Kandungan protein di dalam sup prabiotik semakin melimpah dan terbentuklah sel pertama heterotof.

Percobaan Miller