Dasar-dasar Evolusi

by -291 views
Dasar-dasar Evolusi
Sumber: apologiaway1.wordpress.com

Teori Evolusi

a. Evolusi biologi

Evolusi biologi adalah perubahan ciri makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu lama dari generasi ke generasi, dan organisme tingkat rendah ke organisme tingkat tinggi.

b. Bapak teori evolusi

Bapak teori evolusi adalah Charles Robet Darwin. Teori evolusinya tertuang dalam bukunya yang berjudul “On The Origin of Species by Means of Natural Selection” (Timbulnya Spesies karena Seleksi Alam). Teori evolusi Darwin menyatakan sebagai berikut.

  • Spesies yang hidup saat ini berasal dari spesies yang hidup di masa lalu.
  • Evolusi berjalan melalui seleksi alam.

Pokok-pokok aliran pikiran yang mendasari teori evolusi Darwin adalah sebagai berikut.

  1. Tidak ada dua individu yang identik karena adanya variasi.
  2. Setiap populasi cenderung bertambah banyak karena mampu berkembang biak.
  3. Untuk berkembang biak diperlukan makanan dan ruang yang cukup.
  4. Bertambahnya populasi tidak berjalan terus-menerus.

Menurut Darwin, mahluk hidup ada yang lolos seleksi alam dan ada yang tidak karena hal berikut.

  1. Ada variasi sifat individu di dalam satu keturunan
  2. Ada kecenderungan populasi bertambah banyak
  3. Organisme berjuang hidup untuk mempertahankan kelestariannya.
  4. Tiap individu yang berbeda melahirkan keturunan yang berbeda. Hanya individu yang dapat beradaptasi dengan lingkungannya yang akan lestari.

c. Ilmuan yang mempengaruhi pemikiran Darwin

Beberapa ilmuan yang mempengaruhi pemikiran Darwin adalah Charles Lyell, Thomas Malthus, dan Lamarck.

Dasar pemikiran Charles Lyell adalah sebagai berikut.

  1. Batuan, pulau, dan benua selalu mengalami perubahan.
  2. Fosil yang ditemukan di lapisan batuan muda dan tua berbeda
  3. Perbedaan itu (poin b) menunjukan adanya perubahan makhluk hidup secara perlahan

Pemikiran Thomas Malthius adalah sebagai berikut.

  1. Pertambahan jumlah penduduk cenderung lebih cepat (mengikuti deret ukur) daripada pertambahan produksi pangan (mengikuti deret hitung).
  2. Akibat terjadinya kompetisi antarorganisme untuk memperoleh pangan, timbul bencana kelaparan dan peperangan.

Pemikiran Lamarck adalah sebagai berikut.

  1. Lingkungan berpengaruh terhadap ciri-ciri yang diwariskan.
  2. Ciri-ciri yang diperoleh akibat kondisi lingkungan itu diwariskan kepada keturunannya.
  3. Organ tubuh yang digunakan terus-menerus akan berkembang, sedangkan yang tidak digunakan akan tereduksi.

Pemikiran Lamarck

d. Ilmuan lain yang memiliki pemikiran tentang evolusi antara lain Weismann, Herbert Spencer, dan Johansen serta beberapa ahli genetika.

Pendapat Weismann adalah sebagai berikut.

  1. Perubahan jaringan tubuh karena faktor lingkungan tidak diwariskan kepada keturunannya.
  2. Evolusi merupakan gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika.

Pendapat Herbert Spencer, dasar seleksi alam adalah reproduksi diferensial, hanya individu yang adaftif saja yang menghasilkan keturunan yang berdaya hidup tinggi.

Pendapat Johansen : seleksi alam tidak berpengaruh terhada penyebab mutasi.

Pendapat ahli genetika : evolusi harus dijelaskan berdasarkan penyebab mutasi.

Dewasa ini telah berkembang teori penciptaan (kreasionisme) yang berpendapat bahwa makhluk hidup tercipta dengan bentuk yang ada seperti saat ini. Salah satu teori yang mendukung teori penciptaan adalah teori perancangan cerdas (Intelligent Design) yang berpendapat bahwa semua mahkluk hidup dan alam semesta diciptakan oleh tuhan secara terencana dan bukannya dengan ketidaksengajaan.

Petunjuk Evolusi

  1. Petunjuk terjadinya evolusi dapat ditelusuri melalui fosil, perbandingan anatomi, perbandingan embriologi, alat tubuh yang tersisa, perbandingan fisiologi, petunjuk biokimia, dan domestikasi.
  2. Fosil adalah tubuh, bagian tubuh, jejak, atau sisa-sisa makhluk hidup yang telah berusia ribuah bahkan jutaan tahun yang telah membatu. Fosil dapat berupa batu atau bagian tubuh yang terawetkan secara alami. Umur fosil dapat diperkirakan dari umur lapisan batuan tempat fosil itu berada. Contoh fosil adalah fosil kuda dari jenis Eohippus (Hyracotherium) hingga kuda modern Equus dan fosil manusia purba, misalnya Australopithecus afarensis, A. africanus, Homo Habilis, H. erectus, dan H. sapiens.
  3. Perbandingan anatomi organisme meliputi analogi dan homologi.
  4. Analogi adalah bagian tubuh yang memiliki stuktur dasar berbda tetapi berkembang dan memiliki fungsi yang sama. Contohnya sayap kupu-kupu analog dengan sayap burung.
  5. Homologi adalah bagian tubuh yang stuktur dasar dan asal filogenetiknya sama, tetapi fungsi berbeda. Contohnya tangan manusia homolog dengan kaki depan kelinci.
  6. Perkembangan embrio dari zigot menuju dewasa disebut ontogeni. Perkembangan dari filum tingkat rendah menuju filum tingkat tinggi secara evolusi disebut filogeni. Menurut Ernst Haeckel, ontogeni merupakan pengulangan secara cepat dari filogeni, dikenal sebagai hukum biogenetik.

Struktur Analog

Struktur Analog

Struktur Homolog

Struktur Homolog

  1. Pada organisme terdapat alat-lat tubuh yang tereduksi. Misalnya burung memiliki kaki bersisik yang diduga merupakan sisa-sisa dari golongan reptilia. Contoh lainnya, manusia memiliki umbai cacing (apendiks), otot gerak telinga, tulang ekor, rambut dada, dan selaput mata pada sudut mata.
  2. Terdapat perkembangan fisiologi dari organisme bersel satu hingga bersel banyak, dari organisme tingkat rendah hingga tingkat tinggi.
  3. Semakin jauh kekerabat makhluk hidup, semakin besar perbedaan bahan kimia yang dihasilkan. Semakin dekat kekerabatannya, semakin kecil perbedaan bahan kimia yang dihasilkan.
  4. Manusia dapat mengevolusi makhluk hidup melalui domestikasi dengan cara seleksi dan melakukan penyilangan untuk menghasilkan varietas baru yang mengarah pada terbentuknya spesis baru.