Archaebacteria dan Eubacteria

by -1,039 views
Archaebacteria dan Eubacteria
Sumber: slideplayer.com

Takstonomi Archaebacteria dan Eubacteria

  1. Tahun 1938: Herbert Copeland (AS) menggolongkan makhluk uniselular yang tidak memiliki inti sebenarnya (tidak berselaput) ke dalam kingdom Monera atau Prokariota. Bakteri termasuk dalam kingdom ini.
  2. Tahun 1990: Carl Woese (AS) mengelompokkan bakteri menjadi subkingdom Archaebacteria (Archae/arkebakteri/arkea) dan subkingdom Eubacteria (eubacteri/bakteri).
  3. Saat ini: dalam sistem domain, ilmuwan membagi memisahkan arkebakteri dan eubakteri menjadi domain tersendiri.
  • Domain archaea: kelompok arkebakteri. Bukti menunjukkan domain tersebut memiliki hubungan lebih dekat dengan domain Eukarya daripada domain Eubacteria.
  • Domain Eubacteria: kelompok bakteri.
  • Domain Eukarya: kelompok organisme eukariota (memiliki nukleus sebenarnya/berselaput); terdiri atas Protista, kingdom Fungi, kingdom Plantae, dan kingdom Animalia.

Arkebakteri

Arkebakteri merupakan makhluk hidup pertama yang menggunakan reaksi kimia anorganik untuk menghasilkan energi.

a. Ciri-Ciri

  1. Dinding sel terdiri atas polisakarida atau protein, tidak mengandung peptidoglikan; memiliki materi genetika berupa RNA yang mengapung pada nukleoid di dalam sitoplasma; dalam sitoplasma terdapat nukleoid, garam, nutrisi, enzim, dan molekul lain.
  2. Habitat di lingkungan ekstrem (danau air panas, kawah gunung api, danau asin, daerah miskin O2).
  3. Ukuran sel: 0,2 – 10 μm (seperti bakteri).
  4. Reproduksi umumnya secara aseksual melalui pembelahan diri (biner).

b. Klasifikasi Arkebakteri

Klasifikasi ditentukan berdasarkan habitatnya.

  1. Arkebakteri metanogen: mampu mengubah H2 dan CO2 menjadi gas metan (CH4), anaerob obligat (mati jika ada O2), ditemukan di rawa, limbah, dan saluran pencernaan. Contoh: Methanobacterium.
  2. Arkebakteri halofil: hidup di perairan berkadar garam tinggi (danau air asin, laut mati), energi dihasilkan dari garam. Contoh: Halobacterium.
  3. Arkebakteri termoasidofil: hidup di tempat yang sangat asam dan panas (sumber air panas, kawah gunung api). Energi diperoleh dari oksida sulfur. Contoh: Sulfolobus, Thermoplasma.
  4. Arkebakteri pereduksi sulfur: menggunakan hidrogen dan sulfur anorganik di sumber air panas sebagai sumber energi.

Eurbakteri

Anggotanya meliput bakteri dan sianobakteri.

a. Ciri-Ciri

  1. Seukuran dengan arkebakteri: 0,2 – 10 μm.
  2. Umunya tidak berklorofil, beberapa memiliki klorofil a.
  3. Pada kondisi tidak sesuai, ada yang membentuk endospora yang tahan hingga ribuan tahun (misalnya bakteri Bacillus dan Clostridium). Endospora melindungi materi genetika dan perangkat sel bakteri terhadap kekeringan, racun, dan suhu ekstrem.
  4. Reproduksi aseksual umumnya melalui pembelahan biner, sedangkan seksual melalui pertukaran genetika (transformasi, transduksi, dan konjugasi).
  • Transformasi: pemindahan sebagai materi genetika dari satu sel ke sel yang lain.
  • Transduksi: pemindahan sebagian materi genetika dengan perantaraan virus (misalnya bakteriofage).
  • Konjugasi: pemindahan sebagian materi genetika melalui kontak sel secara langsung.

b. Struktur Tubuh

– Struktur tubuh bakteri

Struktur tubuh bakteri
Sumber: clipartpanda.com

– Struktur tubuh sianobakteri

Struktur tubuh Sianobakteri
Sumber: bluedragonessentials.com

– Bagian Luar

  • Kapsul (lapisan lendir); lapisan luar dinding sel; berfungsi untuk melindungi dinding sel, membentuk koloni, dan alat pertahanan.
  • Dinding sel: tersusun atas peptidoglikan; berfungsi memberi bentuk pada bakteri, sebagai pelindung terhadap dehidrasi dan fagositosis, sebagai cadangan makanan.
  • Membran sel: tersusun atas protein dan lemak; berfungsi mengatur transportasi zat dari/ke luar sel. Pada sianobakteri berperan dalam fotosintesis kerana mengandung tilakoid (kromatofor) dan pigmen fotosintesis.
  • Flagela: sebagai alat gerak.
  • Pili/fimbriae: rambut halus untuk meletakan diri. Pili seks berguna untuk menyalurkan materi genetika pada saat konjugasi.

– Bagian Dalam

  • Plasma sel (sitosol/sitoplasma): larutan tidak berwarna yang mengandung molekul garam, zat makanan, enzim, ribosom dan nukleoid; berfungsi untuk melangsungkan beragam reaksi kimia. Pada sitoplasma beberapa bakteri juga ditemukan DNA yang melingkar atau plasmid.
  • Nukleoid: merupakan nukleus yang tidak bermembran, di dalamnya terdapat DNA dan kromosom.
  • Ribosom: satu-satunya organel yang dimiliki oleh bakteri; berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Di dalamnya terkandung RNA.

c. Tipe Bakteri

1) Berdasarkan Jumlah dan Posisi Flagela

Tipe Bakteri Berdasarkan Jumlah dan Posisi Flagela
Sumber: link.springer.com

2) Berdasarkan Bentuk

Tipe Bakteri Berdasarkan Bentuk
Sumber: biologydictionary.net
  • Bakteri kokus: bulat, contohnya Diplococcus, Staphylococcus (seperti anggur), Streptococcus (seperti rantai), Sarcina (seperti kubus terdiri atas 8 sel).
  • Basil: batang, contohnya Bacillus.
  • Spiral: vibrio (seperti koma), misalnya Vibrio cholerae; spiral, contohnya Spirillum; spiroketa (spiral halus), misalnya Treponema pallidum.

3) Berdasarkann Teknik Pewarnaan Gram terhadap Dinding Sel

  • Bakteri gram positif: berwarna ungu, dinding sel banyak mengandung petidoglikan.
  • Bakteri gram negatif: berwarna merah, dinding sel sedikit mengandung peptidoglikan.

4) Berdasarkan Kebutuhan Oksigen

  • Bakteri aerob: memerlukan O2 bebas untuk mengoksidasi nutrisi. Contohnya Nitrosomonas dan Nitrobacter.
  • Bakteri anaerob: tidak memerlukan O2, bebas (mati jika terpapar O2). Contohnya Clostridium tetani

5) Berdasarkan Cara Memperoleh Nutrisi

  • Bakteri autotrof: mampu membuat makanannya sendiri. Meliputi bakteri fotoautotrof (contohnya bakteri ungu) dan bakteri kemoautotrof (contohnya bakteri nitrit dan bakteri sulfur).
  • Bakteri heterotrof: tidak mampu membuat makanannya sendiri, sumber karbon diperoleh dari zat organik. Meliputi bakteri parasit, bakteri simbion, dan bakteri saprob.